Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Ashmore Asset Management Indonesia TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp358 (kapitalisasi pasar 800 M, volume 24 jam 16,8 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (662,4 rb vs 16,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORJAWA
Kapitalisasi Pasar
800 M2,11 T
Volume
16,8 rb662,4 rb
Lot
1686,62 rb
Perputaran
6 jt86,17 jt
Harga Rata-rata
357,15130,09
Nilai Transaksi
6 jt86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
360131
Volume Ekuilibrium Indikatif
1009

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA