Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 715,56 M, volume 24 jam 25,9 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp150 (kapitalisasi pasar 283,62 M, volume 24 jam 1,27 jt). Perbedaan utamanya: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,27 jt vs 25,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORCSIS
Kapitalisasi Pasar
715,56 M283,62 M
Volume
25,9 rb1,27 jt
Lot
25912,7 rb
Perputaran
8,31 jt191,77 jt
Harga Rata-rata
320,73151,03
Nilai Transaksi
8,31 jt191,77 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
322150
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,1 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS