Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR)

Ashmore Asset Management Indonesia TbkTrading
Bintang Mitra Semestaraya TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Bintang Mitra Semestaraya Tbk: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp360 (kapitalisasi pasar 800 M, volume 24 jam 15,8 rb), sedangkan Bintang Mitra Semestaraya Tbk diperdagangkan di Rp304 (kapitalisasi pasar 354,72 M, volume 24 jam 200). Perbedaan utamanya: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Bintang Mitra Semestaraya Tbk, dan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (15,8 rb vs 200). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORBMSR
Kapitalisasi Pasar
800 M354,72 M
Volume
15,8 rb200
Lot
1582
Perputaran
5,64 jt60,8 rb
Harga Rata-rata
357,06304
Nilai Transaksi
5,64 jt60,8 rb
Harga Ekuilibrium Indikatif
360
Volume Ekuilibrium Indikatif
100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
BMSR
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Bintang Mitra Semestaraya Tbk

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (the Company) was established on November 16, 1989 based on Notarial Deed No. 240 of Mrs Siti Pertiwi Henny Shidki, S.H., which had been amended by Notarial Deed No. 246 dated May 31, 1991 by the same Notary regarding the change of name from PT Bintang Mahkota Semestaraya into PT Bintang Mitra Semestaraya. BMSR is a company that concentrate its business on investing its capital on property companies. It generally invest its capital through subsidiary companies and groups in developing commercial buildings, apartments and general housing.

Selengkapnya di halaman BMSR