Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Krom Bank Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Krom Bank Indonesia Tbk: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 715,56 M, volume 24 jam 25,9 rb), sedangkan Krom Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.710 (kapitalisasi pasar 16,77 T, volume 24 jam 1,9 rb). Perbedaan utamanya: Krom Bank Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 23,4× kapitalisasi pasar Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, dan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (25,9 rb vs 1,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORBBSI
Kapitalisasi Pasar
715,56 M16,77 T
Volume
25,9 rb1,9 rb
Lot
25919
Perputaran
8,31 jt8,93 jt
Harga Rata-rata
320,734.700
Nilai Transaksi
8,31 jt8,93 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
322
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
BBSI
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Krom Bank Indonesia Tbk

PT BANK BISNIS INTERNASIONAL, TBK (hereinafter referred to as Bank) was established in Bandung under the name Bank Ekonomi Nasional NV based on Notary Deed Meester Tan Eng Kiam No. 76 dated March 16, 1957. The Bank has started commercial operationssince on April 11, 1957 upon the approval of the Ministry of Finance in its Decision Letter No. 56202/U.M.II.

Selengkapnya di halaman BBSI