Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) vs Intiland Development Tbk. (DILD)

Agung Menjangan Mas Tbk.
Intiland Development Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Agung Menjangan Mas Tbk. dan Intiland Development Tbk.: Agung Menjangan Mas Tbk. diperdagangkan di Rp314 (kapitalisasi pasar 405,18 M, volume 24 jam 8,9 rb), sedangkan Intiland Development Tbk. diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,24 T, volume 24 jam 22,69 jt). Perbedaan utamanya: Intiland Development Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Agung Menjangan Mas Tbk., dan Intiland Development Tbk. lebih aktif diperdagangkan (22,69 jt vs 8,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMMSDILD
Kapitalisasi Pasar
405,18 M1,24 T
Volume
8,9 rb22,69 jt
Lot
89226,88 rb
Perputaran
2,82 jt2,59 M
Harga Rata-rata
317,35114
Nilai Transaksi
2,82 jt2,59 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
113
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,17 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMMS
Lihat detail
DILD
Lihat detail

Tentang Agung Menjangan Mas Tbk.

PT Agung Menjangan Mas Tbk (the Company) formerly known as PT Cosmopolitan Electric was established by Deed No. 31 dated August 9, 2007 by Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. Berdasarkan akta No. 1 tanggal 3 Februari 2020 oleh Yudha Setyagraha Tedianto, S.H., M.M., M.Kn, notaris di Bekasi, PT Cosmopolitan Electric telah berubah nama menjadi PT Agung Menjangan Mas The Company started commercial operrations in 2017.

Selengkapnya di halaman AMMS

Tentang Intiland Development Tbk.

PT Intiland Development Tbk formerly Dharmala Intiland, controlled by the Gondokusumo family, was established in 1983 as the property arm of the Dharmala Group. The company is basically a real estate developer with its principal asset being the 240-hectare Grande Family Estate in Surabaya.

Selengkapnya di halaman DILD