Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Agung Menjangan Mas Tbk.Trading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Agung Menjangan Mas Tbk. dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Agung Menjangan Mas Tbk. diperdagangkan di Rp179 (kapitalisasi pasar 234,71 M, volume 24 jam 2,65 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.300 (kapitalisasi pasar 40,64 T, volume 24 jam 2,17 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 173,1× kapitalisasi pasar Agung Menjangan Mas Tbk., dan Agung Menjangan Mas Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,65 jt vs 2,17 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMMSBDMN
Kapitalisasi Pasar
234,71 M40,64 T
Volume
2,65 jt2,17 jt
Lot
26,55 rb21,66 rb
Perputaran
474,17 jt9,21 M
Harga Rata-rata
178,614.252,3
Nilai Transaksi
474,17 jt9,21 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1794.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
571,51 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMMS
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Agung Menjangan Mas Tbk.

PT Agung Menjangan Mas Tbk (the Company) formerly known as PT Cosmopolitan Electric was established by Deed No. 31 dated August 9, 2007 by Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. Berdasarkan akta No. 1 tanggal 3 Februari 2020 oleh Yudha Setyagraha Tedianto, S.H., M.M., M.Kn, notaris di Bekasi, PT Cosmopolitan Electric telah berubah nama menjadi PT Agung Menjangan Mas The Company started commercial operrations in 2017.

Selengkapnya di halaman AMMS

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN