Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Agung Menjangan Mas Tbk.Trading
Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Agung Menjangan Mas Tbk. dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Agung Menjangan Mas Tbk. diperdagangkan di Rp182 (kapitalisasi pasar 221,12 M, volume 24 jam 74,7 rb), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp164 (kapitalisasi pasar 770,19 M, volume 24 jam 5,55 jt). Perbedaan utamanya: Berdikari Pondasi Perkasa Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Agung Menjangan Mas Tbk., dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (5,55 jt vs 74,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMMSBDKR
Kapitalisasi Pasar
221,12 M770,19 M
Volume
74,7 rb5,55 jt
Lot
74755,47 rb
Perputaran
13,43 jt899,83 jt
Harga Rata-rata
179,75162,23
Nilai Transaksi
13,43 jt899,83 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
161
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMMS
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Agung Menjangan Mas Tbk.

PT Agung Menjangan Mas Tbk (the Company) formerly known as PT Cosmopolitan Electric was established by Deed No. 31 dated August 9, 2007 by Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. Berdasarkan akta No. 1 tanggal 3 Februari 2020 oleh Yudha Setyagraha Tedianto, S.H., M.M., M.Kn, notaris di Bekasi, PT Cosmopolitan Electric telah berubah nama menjadi PT Agung Menjangan Mas The Company started commercial operrations in 2017.

Selengkapnya di halaman AMMS

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR