Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk (AMIN) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk
Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk diperdagangkan di Rp240 (kapitalisasi pasar 261,36 M, volume 24 jam 13,3 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.150 (kapitalisasi pasar 10,47 T, volume 24 jam 566,3 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 40,1× kapitalisasi pasar Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (566,3 rb vs 13,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMINRLCO
Kapitalisasi Pasar
261,36 M10,47 T
Volume
13,3 rb566,3 rb
Lot
1335,66 rb
Perputaran
3,19 jt1,84 M
Harga Rata-rata
240,113.250,56
Nilai Transaksi
3,19 jt1,84 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2423.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
20024

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMIN
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk

PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk or PT ATMINDO (the Company) is domicilied in Deli Serdang and was established within the framework of the Foreign Capital Invetment Law No. 1 Year 1967 based on Notarial Deed of Chairil Bahri, S.H., No. 24, dated March 24, 1972.

Selengkapnya di halaman AMIN

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO