Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk (AMIN) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk diperdagangkan di Rp240 (kapitalisasi pasar 261,36 M, volume 24 jam 13,3 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp150 (kapitalisasi pasar 283,62 M, volume 24 jam 1,27 jt). Perbedaan utamanya: Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,27 jt vs 13,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMINCSIS
Kapitalisasi Pasar
261,36 M283,62 M
Volume
13,3 rb1,27 jt
Lot
13312,7 rb
Perputaran
3,19 jt191,77 jt
Harga Rata-rata
240,11151,03
Nilai Transaksi
3,19 jt191,77 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
242150
Volume Ekuilibrium Indikatif
2001,1 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMIN
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk

PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk or PT ATMINDO (the Company) is domicilied in Deli Serdang and was established within the framework of the Foreign Capital Invetment Law No. 1 Year 1967 based on Notarial Deed of Chairil Bahri, S.H., No. 24, dated March 24, 1972.

Selengkapnya di halaman AMIN

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS