Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Asahimas Flat Glass Tbk
Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Asahimas Flat Glass Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Asahimas Flat Glass Tbk diperdagangkan di Rp3.160 (kapitalisasi pasar 1,33 T, volume 24 jam 800), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.160 (kapitalisasi pasar 2,14 T, volume 24 jam 262,4 rb). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk lebih aktif diperdagangkan (262,4 rb vs 800). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMFGIPCC
Kapitalisasi Pasar
1,33 T2,14 T
Volume
800262,4 rb
Lot
82,62 rb
Perputaran
2,52 jt304,04 jt
Harga Rata-rata
3.1551.158,69
Nilai Transaksi
2,52 jt304,04 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.160
Volume Ekuilibrium Indikatif
160

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMFG
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Asahimas Flat Glass Tbk

PT. Asahimas Flat Glass Tbk (The Company) was established within the foreign capital investment framework of Law No. 1 of 1967 and Law No. 11 of 1970, by deed of notary public Koerniatini Karim dated 7 October 1971 No. 4, as amended by deed of the same notary dated 6 January 1972 No. 9; these deeds were approved by the Minister of Justice under No. J.A.5/5/19 dated 17 January 1972. The Company is a joint venture between Asahi Glass of Japan and the Rodamas Group of Indonesia. Asahi Glass is one of the leading glass producers in the world.

Selengkapnya di halaman AMFG

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC