Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Bank Amar Indonesia Tbk
Maharaksa Biru Energi Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Amar Indonesia Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Bank Amar Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp204 (kapitalisasi pasar 3,82 T, volume 24 jam 683,3 rb), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp248 (kapitalisasi pasar 1,64 T, volume 24 jam 11,99 jt). Perbedaan utamanya: Bank Amar Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Maharaksa Biru Energi Tbk., dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (11,99 jt vs 683,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMAROASA
Kapitalisasi Pasar
3,82 T1,64 T
Volume
683,3 rb11,99 jt
Lot
6,83 rb119,9 rb
Perputaran
137,49 jt3,01 M
Harga Rata-rata
201,22250,88
Nilai Transaksi
137,49 jt3,01 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
204248
Volume Ekuilibrium Indikatif
5004,31 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMAR
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Bank Amar Indonesia Tbk

PT Bank Amar Indonesia Tbk (the "Bank"), formerly PT Anglomas International Bank, was established in 1991 based on Deed No. 32 dated March 15, 1991 of Eddy Widjaja, S.H., notary in Surabaya.

Selengkapnya di halaman AMAR

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA