Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) vs Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

Bank Amar Indonesia Tbk
Saranacentral Bajatama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Amar Indonesia Tbk dan Saranacentral Bajatama Tbk: Bank Amar Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp204 (kapitalisasi pasar 3,82 T, volume 24 jam 683,3 rb), sedangkan Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 289,8 M, volume 24 jam 1,07 jt). Perbedaan utamanya: Bank Amar Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 13,2× kapitalisasi pasar Saranacentral Bajatama Tbk, dan Saranacentral Bajatama Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,07 jt vs 683,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMARBAJA
Kapitalisasi Pasar
3,82 T289,8 M
Volume
683,3 rb1,07 jt
Lot
6,83 rb10,66 rb
Perputaran
137,49 jt172,31 jt
Harga Rata-rata
201,22161,63
Nilai Transaksi
137,49 jt172,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
204161
Volume Ekuilibrium Indikatif
500416

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMAR
Lihat detail
BAJA
Lihat detail

Tentang Bank Amar Indonesia Tbk

PT Bank Amar Indonesia Tbk (the "Bank"), formerly PT Anglomas International Bank, was established in 1991 based on Deed No. 32 dated March 15, 1991 of Eddy Widjaja, S.H., notary in Surabaya.

Selengkapnya di halaman AMAR

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA