Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) vs Maxindo Karya Anugerah Tbk. (MAXI)

Makmur Berkah Amanda Tbk
Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Makmur Berkah Amanda Tbk dan Maxindo Karya Anugerah Tbk.: Makmur Berkah Amanda Tbk diperdagangkan di Rp256 (kapitalisasi pasar 1,03 T, volume 24 jam 883,2 rb), sedangkan Maxindo Karya Anugerah Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 480,5 M, volume 24 jam 3,31 jt). Perbedaan utamanya: Makmur Berkah Amanda Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Maxindo Karya Anugerah Tbk., dan Maxindo Karya Anugerah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,31 jt vs 883,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMANMAXI
Kapitalisasi Pasar
1,03 T480,5 M
Volume
883,2 rb3,31 jt
Lot
8,83 rb33,07 rb
Perputaran
225,52 jt165,36 jt
Harga Rata-rata
255,3450
Nilai Transaksi
225,52 jt165,36 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
25650
Volume Ekuilibrium Indikatif
113

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMAN
Lihat detail
MAXI
Lihat detail

Tentang Makmur Berkah Amanda Tbk

PT Makmur Berkah Amanda Tbk (previously PT Sidomaju Industri Estate ("Company")) was established based on Deed No.224, dated May 31, 1996 made by Erly Soehandjojo, SH, notary in Jakarta and Notary Deed Number 5 dated July 2, 1997 made Soeharto, SH, notary in Sidoarjo (here in after referred to as " The Deed of Establishment Deed"). The Company has began its commercial operations since May 31, 1996.

Selengkapnya di halaman AMAN

Tentang Maxindo Karya Anugerah Tbk.

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 26 of Dwi Swandiani, S.H., dated July 11, 2002. The Company started its commercial operations in 2002.

Selengkapnya di halaman MAXI