Perbedaan Alpine F1 Team Fan Token dan TAC Protocol: Alpine F1 Team Fan Token diperdagangkan di Rp5.608 (kapitalisasi pasar Rp120,12M, volume 24 jam Rp47,67M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,48 (kapitalisasi pasar Rp235,17M, volume 24 jam Rp22,9M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Alpine F1 Team Fan Token dibatasi (21,3M / 40M ALPINE (54%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Alpine F1 Team Fan Token selama 35 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| ALPINE | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp120,12M | Rp235,17M |
Volume (24h) | Rp47,67M | Rp22,9M |
Suplai yang Beredar | 21,3M / 40M ALPINE (54%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 35 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ALPINE adalah fan token bertema Formula One dari Binance. Pemegang token dapat berpartisipasi dalam sesi voting di Binance dan staking NFT mereka untuk mendapatkan hadiah dan digital collectibles di 'NFT PowerStation'. Keuntungan ini juga termasuk langganan loyalti dan gift card. Penggemar juga akan mendapatkan akses ke keuntungan lainnya seperti kontak langsung dengan tim F1 di Binance Fan Token Platform, merchandise bertandatangan, dan meet & greet dengan para pembalap.
Selengkapnya di halaman ALPINE →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →