Perbedaan Alpine F1 Team Fan Token dan GT Protocol: Alpine F1 Team Fan Token diperdagangkan di Rp5.661 (kapitalisasi pasar Rp121,07M, volume 24 jam Rp55,62M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M). Perbedaan utamanya: Alpine F1 Team Fan Token jauh lebih besar — sekitar 12,1× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Alpine F1 Team Fan Token 21,3M / 40M ALPINE (54%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Alpine F1 Team Fan Token selama 35 Hari dan GT Protocol selama 18 Hari.
| ALPINE | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp121,07M | Rp10,04M |
Volume (24h) | Rp55,62M | Rp3,04M |
Suplai yang Beredar | 21,3M / 40M ALPINE (54%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ALPINE adalah fan token bertema Formula One dari Binance. Pemegang token dapat berpartisipasi dalam sesi voting di Binance dan staking NFT mereka untuk mendapatkan hadiah dan digital collectibles di 'NFT PowerStation'. Keuntungan ini juga termasuk langganan loyalti dan gift card. Penggemar juga akan mendapatkan akses ke keuntungan lainnya seperti kontak langsung dengan tim F1 di Binance Fan Token Platform, merchandise bertandatangan, dan meet & greet dengan para pembalap.
Selengkapnya di halaman ALPINE →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →