Perbedaan Alpine F1 Team Fan Token dan Gram: Alpine F1 Team Fan Token diperdagangkan di Rp5.661 (kapitalisasi pasar Rp121,1M, volume 24 jam Rp52,81M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.987 (kapitalisasi pasar Rp66,06T, volume 24 jam Rp672,88M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 545,5× kapitalisasi pasar Alpine F1 Team Fan Token, dan suplai Alpine F1 Team Fan Token dibatasi (21,3M / 40M ALPINE (54%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Alpine F1 Team Fan Token selama 35 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ALPINE | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp121,1M | Rp66,06T |
Volume (24h) | Rp52,81M | Rp672,88M |
Suplai yang Beredar | 21,3M / 40M ALPINE (54%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 35 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token Alpine F1 Team Fan Token saat ini diperdagangkan di Rp5.608 dengan kapitalisasi pasar Rp120,12 juta. Secara teknis menunjukkan sinyal bullish dengan osilator positif (6 buy vs 1 sell), meskipun moving average masih bearish. Token memiliki waktu hold rata-rata 35 hari dengan supply yang beredar 54% dari total maksimum 40 juta token. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan netral-cenderung positif dengan momentum bullish jangka pendek. Peluang utama terletak pada momentum teknis dan loyalitas komunitas F1, namun risiko tinggi dari volatilitas token fan, likuiditas terbatas, dan ketergantungan pada performa tim Alpine F1 membuat investasi ini berisiko tinggi untuk jangka panjang.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
ALPINE adalah fan token bertema Formula One dari Binance. Pemegang token dapat berpartisipasi dalam sesi voting di Binance dan staking NFT mereka untuk mendapatkan hadiah dan digital collectibles di 'NFT PowerStation'. Keuntungan ini juga termasuk langganan loyalti dan gift card. Penggemar juga akan mendapatkan akses ke keuntungan lainnya seperti kontak langsung dengan tim F1 di Binance Fan Token Platform, merchandise bertandatangan, dan meet & greet dengan para pembalap.
Selengkapnya di halaman ALPINE →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →