Perbedaan ALLORA dan Tensor: ALLORA diperdagangkan di Rp4.876 (kapitalisasi pasar Rp962,06M, volume 24 jam Rp1,97T), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp566,14 (kapitalisasi pasar Rp298,73M, volume 24 jam Rp76,69M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Tensor, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| ALLO | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp962,06M | Rp298,73M |
Volume (24h) | Rp1,97T | Rp76,69M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 3 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →