Perbedaan ALLORA dan TAC Protocol: ALLORA diperdagangkan di Rp5.460 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp51,76 (kapitalisasi pasar Rp241,22M, volume 24 jam Rp28,62M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| ALLO | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,09T | Rp241,22M |
Volume (24h) | Rp372,18M | Rp28,62M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 3 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →