Perbedaan ALLORA dan Swell Network: ALLORA diperdagangkan di Rp4.843 (kapitalisasi pasar Rp967M, volume 24 jam Rp2,1T), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp10,89 (kapitalisasi pasar Rp57,51M, volume 24 jam Rp26,62M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 16,8× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 5,2B / 10B SWELL (52%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Swell Network selama 22 Hari.
| ALLO | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp967M | Rp57,51M |
Volume (24h) | Rp2,1T | Rp26,62M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 5,2B / 10B SWELL (52%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →