Perbedaan ALLORA dan SONIC SVM: ALLORA diperdagangkan di Rp5.134 (kapitalisasi pasar Rp1,03T, volume 24 jam Rp2,26T), sedangkan SONIC SVM diperdagangkan di Rp311,1 (kapitalisasi pasar Rp230,27M, volume 24 jam Rp13,69M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar SONIC SVM, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan SONIC SVM terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan SONIC SVM selama 20 Hari.
| ALLO | SONIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,03T | Rp230,27M |
Volume (24h) | Rp2,26T | Rp13,69M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 740,4M SONIC |
Typical Hold Time | 3 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Sonic adalah ekstensi jaringan berbasis SVM pertama di Solana, yang dirancang untuk gim dan aplikasi. Jaringan ini mendukung lapisan aplikasi sosial Web3 yang ditujukan untuk menghadirkan miliaran pengguna baru. Sonic dibangun dengan HyperGrid, kerangka kerja untuk mengelola rollup optimistis di Solana.
Selengkapnya di halaman SONIC →