Perbedaan ALLORA dan Suilend: ALLORA diperdagangkan di Rp5.033 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp2,11T), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 15,7× kapitalisasi pasar Suilend, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 70,6M / 100M SEND (71%) milik Suilend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Suilend selama 14 Hari.
| ALLO | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,02T | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp2,11T | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →