Perbedaan ALLORA dan Mantle Staked Ether: ALLORA diperdagangkan di Rp5.466 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp36.730.458 (kapitalisasi pasar Rp7,96T, volume 24 jam Rp1,82M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 7,3× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan Mantle Staked Ether terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Mantle Staked Ether selama 26 Hari.
| ALLO | METH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,09T | Rp7,96T |
Volume (24h) | Rp372,18M | Rp1,82M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 216,6K METH |
Typical Hold Time | 3 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →