Perbedaan ALLORA dan Irys: ALLORA diperdagangkan di Rp5.473 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan Irys diperdagangkan di Rp288,24 (kapitalisasi pasar Rp743,37M, volume 24 jam Rp79,33M). Perbedaan utamanya: ALLORA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan Irys terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Irys selama 2 Hari.
| ALLO | IRYS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,09T | Rp743,37M |
Volume (24h) | Rp372,18M | Rp79,33M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 2,6B IRYS |
Typical Hold Time | 3 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →IRYS adalah token native Irys, programmable data chain Layer 1 yang menggabungkan penyimpanan data on-chain dengan eksekusi smart contract. IrysVM memungkinkan smart contract mengakses dan berinteraksi langsung dengan data yang tersimpan untuk mendukung aplikasi seperti AI dan DeFi. IRYS digunakan untuk membayar penyimpanan data dan komputasi, mengamankan jaringan melalui staking, serta memberikan reward kepada peserta jaringan.
Selengkapnya di halaman IRYS →