Perbedaan ALLORA dan HTX: ALLORA diperdagangkan di Rp4.829 (kapitalisasi pasar Rp967M, volume 24 jam Rp2,1T), sedangkan HTX diperdagangkan di Rp0,0325 (kapitalisasi pasar Rp29,24T, volume 24 jam Rp406,01M). Perbedaan utamanya: HTX jauh lebih besar — sekitar 30,2× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 898,2T / 1.000T HTX (90%) milik HTX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan HTX selama 22 Hari.
| ALLO | HTX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp967M | Rp29,24T |
Volume (24h) | Rp2,1T | Rp406,01M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 898,2T / 1.000T HTX (90%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →HTX adalah token asli dari HTX DAO, sebuah organisasi terdesentralisasi yang mendukung ekonomi terdesentralisasi. Token ini memfasilitasi transaksi, menawarkan diskon biaya, dan memberikan akses ke fitur serta layanan eksklusif. Pemegang token juga dapat berpartisipasi dalam tata kelola melalui voting. HTX dirancang untuk mendukung kontributor, program komunitas, kemitraan, dan pertumbuhan platform sambil mendorong likuiditas melalui pledging sukarela. Beroperasi tanpa registrasi formal, HTX DAO memprioritaskan otonomi, transparansi, dan inklusivitas, menjadikan token HTX penting untuk inovasi, tata kelola, dan pertumbuhan ekosistem di ruang blockchain.
Selengkapnya di halaman HTX →