Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja ALLORA (ALLO) vs The Graph (GRT)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan ALLORA dan The Graph: ALLORA diperdagangkan di Rp5.457 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp250,07 (kapitalisasi pasar Rp2,74T, volume 24 jam Rp206,09M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai ALLORA dibatasi (200,5M / 1B ALLO (21%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan The Graph selama 96 Hari.

ALLOGRT
Kap. Pasar
Rp1,09TRp2,74T
Volume (24h)
Rp372,18MRp206,09M
Suplai yang Beredar
200,5M / 1B ALLO (21%)10,9B GRT
Typical Hold Time
3 Hari96 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

ALLORA

Belum ada sinyal Aura AI.

The Graph

The Graph (GRT) saat ini menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga Rp250,58 dan kapitalisasi pasar Rp2,75 triliun. Indikator moving average dan osilator mengkonfirmasi tekanan jual yang kuat, meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Token ini berada di dekat level support kritis S1 (Rp248) dengan volume perdagangan yang perlu dipantau untuk konfirmasi arah selanjutnya.

Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan bias bearish dalam jangka pendek. Peluang rebound dari level oversold RSI dan support kuat di Rp239-248 perlu diwaspadai dengan risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual berkelanjutan. Investor harus memantau breakout di atas resistance Rp257 untuk sinyal reversal potensial.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ALLO
50% Beli50% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 3 Hari
GRT
2% Beli98% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 96 Hari

Tentang ALLORA

APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.

Selengkapnya di halaman ALLO

Tentang The Graph

The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.

Selengkapnya di halaman GRT