Perbedaan ALLORA dan Genius Terminal: ALLORA diperdagangkan di Rp5.458 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan Genius Terminal diperdagangkan di Rp6.533 (kapitalisasi pasar Rp2,19T, volume 24 jam Rp255,71M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 335,4M / 1B GENIUS (34%) milik Genius Terminal. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Genius Terminal selama 5 Hari.
| ALLO | GENIUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,09T | Rp2,19T |
Volume (24h) | Rp372,18M | Rp255,71M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 335,4M / 1B GENIUS (34%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →