Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan ALLORA dan Epic Chain: ALLORA diperdagangkan di Rp7.239 (kapitalisasi pasar Rp1,45T, volume 24 jam Rp703,21M), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp5.742 (kapitalisasi pasar Rp191,53M, volume 24 jam Rp361,21M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar Epic Chain, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 2 Hari dan Epic Chain selama 10 Hari.
| ALLO | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,45T | Rp191,53M |
Volume (24h) | Rp703,21M | Rp361,21M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 10 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
ALLO menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp7.374,72 dan market cap Rp1,46 triliun. Moving averages memberikan sinyal beli kuat (13-0-0) sementara RSI jangka pendek menunjukkan kondisi overbought. Token ini berada di zona resistance kunci dengan support utama di Rp6.865 dan resistance di Rp7.657. Supply terbatas 1 juta token dengan sirkulasi 21% menciptakan dinamika supply-demand yang menarik.
Outlook positif didukung momentum teknis bullish namun perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto. Peluang utama terletak pada momentum bullish dan supply terbatas, sementara risiko utama adalah kondisi overbought RSI dan volatilitas pasar crypto yang dapat memicu koreksi tajam. Investor disarankan memantau level support kritis untuk manajemen risiko.
Epic Chain saat ini diperdagangkan pada Rp6.109 dengan kapitalisasi pasar Rp204,73 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages. Token telah mencapai sirkulasi penuh 33,6 juta EPIC dengan hold time rata-rata 10 hari. Harga berada di zona support kritis antara S1 (Rp4.862) dan S2 (Rp3.601), sementara resistance terdekat di R1 (Rp8.489).
Outlook keseluruhan tetap bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terletak pada rebound dari support kuat, namun investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan tekanan jual berkelanjutan. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →