Perbedaan ALLORA dan DeepBook Protocol: ALLORA diperdagangkan di Rp5.045 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp2,11T), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp253,45 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp47,11M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| ALLO | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,02T | Rp1,42T |
Volume (24h) | Rp2,11T | Rp47,11M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →