Perbedaan ALLORA dan deBridge: ALLORA diperdagangkan di Rp5.465 (kapitalisasi pasar Rp1,09T, volume 24 jam Rp372,18M), sedangkan deBridge diperdagangkan di Rp266,8 (kapitalisasi pasar Rp513,97M, volume 24 jam Rp29,5M). Perbedaan utamanya: ALLORA jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 1,9B / 10B DBR (20%) milik deBridge. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan deBridge selama 10 Hari.
| ALLO | DBR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,09T | Rp513,97M |
Volume (24h) | Rp372,18M | Rp29,5M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 1,9B / 10B DBR (20%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →