Perbedaan ALLORA dan Aster: ALLORA diperdagangkan di Rp5.248 (kapitalisasi pasar Rp1,03T, volume 24 jam Rp2,17T), sedangkan Aster diperdagangkan di Rp10.788 (kapitalisasi pasar Rp29,1T, volume 24 jam Rp622,7M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 28,3× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai beredar ALLORA 200,5M / 1B ALLO (21%) dibanding 2,7B / 8B ASTER (34%) milik Aster. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ALLORA selama 3 Hari dan Aster selama 23 Hari.
| ALLO | ASTER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,03T | Rp29,1T |
Volume (24h) | Rp2,17T | Rp622,7M |
Suplai yang Beredar | 200,5M / 1B ALLO (21%) | 2,7B / 8B ASTER (34%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →