Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI)

Alakasa Industrindo TbkTrading
Paperocks Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan Paperocks Indonesia Tbk.: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp2.550 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 52,1 rb), sedangkan Paperocks Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 156,95 M, volume 24 jam 142,2 rb). Perbedaan utamanya: Alakasa Industrindo Tbk jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Paperocks Indonesia Tbk., dan Paperocks Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (142,2 rb vs 52,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKAPPRI
Kapitalisasi Pasar
1,3 T156,95 M
Volume
52,1 rb142,2 rb
Lot
5211,42 rb
Perputaran
132,86 jt20,64 jt
Harga Rata-rata
2.550145,12
Nilai Transaksi
132,86 jt20,64 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.320146
Volume Ekuilibrium Indikatif
451,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
PPRI
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang Paperocks Indonesia Tbk.

PT Paperocks Indonesia Tbk (the Company) was established on February 14, 2011 based on Notarial Deed No.65 of Buntario Tigris, S.H.,M.H., notary in Central Jakarta. The Company started its commercial operations in May 2011.

Selengkapnya di halaman PPRI