Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO)

Alakasa Industrindo TbkTrading
Bahtera Bumi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan Bahtera Bumi Raya Tbk.: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp2.570 (kapitalisasi pasar 1,19 T, volume 24 jam 142,2 rb), sedangkan Bahtera Bumi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp785 (kapitalisasi pasar 569,04 M, volume 24 jam 291,7 rb). Perbedaan utamanya: Alakasa Industrindo Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Bahtera Bumi Raya Tbk., dan Bahtera Bumi Raya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (291,7 rb vs 142,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKAPGJO
Kapitalisasi Pasar
1,19 T569,04 M
Volume
142,2 rb291,7 rb
Lot
1,42 rb2,92 rb
Perputaran
365,45 jt227,78 jt
Harga Rata-rata
2.570780,89
Nilai Transaksi
365,45 jt227,78 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.570785
Volume Ekuilibrium Indikatif
3083

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
PGJO
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang Bahtera Bumi Raya Tbk.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 22 dated February 20, 2017 of Argo Wahyu Jati, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang Selatan. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman PGJO