Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs Maxindo Karya Anugerah Tbk. (MAXI)

Alakasa Industrindo TbkTrading
Maxindo Karya Anugerah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan Maxindo Karya Anugerah Tbk.: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp2.570 (kapitalisasi pasar 1,19 T, volume 24 jam 142,2 rb), sedangkan Maxindo Karya Anugerah Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 480,5 M, volume 24 jam 2,44 jt). Perbedaan utamanya: Alakasa Industrindo Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Maxindo Karya Anugerah Tbk., dan Maxindo Karya Anugerah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,44 jt vs 142,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKAMAXI
Kapitalisasi Pasar
1,19 T480,5 M
Volume
142,2 rb2,44 jt
Lot
1,42 rb24,39 rb
Perputaran
365,45 jt121,96 jt
Harga Rata-rata
2.57050
Nilai Transaksi
365,45 jt121,96 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.57050
Volume Ekuilibrium Indikatif
301 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
MAXI
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang Maxindo Karya Anugerah Tbk.

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 26 of Dwi Swandiani, S.H., dated July 11, 2002. The Company started its commercial operations in 2002.

Selengkapnya di halaman MAXI