Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs KMI Wire Cable Tbk (KBLI)

Alakasa Industrindo Tbk
KMI Wire Cable Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan KMI Wire Cable Tbk: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp515 (kapitalisasi pasar 263,99 M, volume 24 jam 140,7 rb), sedangkan KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 1,26 T, volume 24 jam 907,7 rb). Perbedaan utamanya: KMI Wire Cable Tbk jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Alakasa Industrindo Tbk, dan KMI Wire Cable Tbk lebih aktif diperdagangkan (907,7 rb vs 140,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKAKBLI
Kapitalisasi Pasar
263,99 M1,26 T
Volume
140,7 rb907,7 rb
Lot
1,41 rb9,08 rb
Perputaran
73,46 jt286,84 jt
Harga Rata-rata
522,08316,01
Nilai Transaksi
73,46 jt286,84 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
515316
Volume Ekuilibrium Indikatif
1521

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
KBLI
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI