Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs Bank Permata Tbk (BNLI)

Alakasa Industrindo TbkTrading
Bank Permata TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan Bank Permata Tbk: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp2.380 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 178,1 rb), sedangkan Bank Permata Tbk diperdagangkan di Rp2.140 (kapitalisasi pasar 77,37 T, volume 24 jam 6,1 rb). Perbedaan utamanya: Bank Permata Tbk jauh lebih besar — sekitar 59,5× kapitalisasi pasar Alakasa Industrindo Tbk, dan Alakasa Industrindo Tbk lebih aktif diperdagangkan (178,1 rb vs 6,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKABNLI
Kapitalisasi Pasar
1,3 T77,37 T
Volume
178,1 rb6,1 rb
Lot
1,78 rb61
Perputaran
432,74 jt13,16 jt
Harga Rata-rata
2.429,732.158,03
Nilai Transaksi
432,74 jt13,16 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.3802.180
Volume Ekuilibrium Indikatif
59615

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
BNLI
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang Bank Permata Tbk

PT Bank Permata Tbk (formerly PT Bank Bali) was established in Indonesia on December 17, 1954, under the name of Bank Persatuan Dagang Indonesia, the bank changed to its present name in 1971. Bank Bali is Indonesia`s eighth largest private national. The majority of its clients are medium sized institutions.

Selengkapnya di halaman BNLI