Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) vs Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP)

Alakasa Industrindo TbkTrading
Trimitra Prawara Goldland Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alakasa Industrindo Tbk dan Trimitra Prawara Goldland Tbk.: Alakasa Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp2.380 (kapitalisasi pasar 1,3 T, volume 24 jam 118,5 rb), sedangkan Trimitra Prawara Goldland Tbk. diperdagangkan di Rp595 (kapitalisasi pasar 781,25 M, volume 24 jam 1,26 jt). Perbedaan utamanya: Alakasa Industrindo Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Trimitra Prawara Goldland Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,26 jt vs 118,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALKAATAP
Kapitalisasi Pasar
1,3 T781,25 M
Volume
118,5 rb1,26 jt
Lot
1,19 rb12,62 rb
Perputaran
290,89 jt755,87 jt
Harga Rata-rata
2.454,74599,18
Nilai Transaksi
290,89 jt755,87 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.570625
Volume Ekuilibrium Indikatif
60537,4 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALKA
Lihat detail
ATAP
Lihat detail

Tentang Alakasa Industrindo Tbk

PT. Alakasa Industrindo Tbk was established on February 21, 1972 within the framework of the foreign capital Investment law N0. 1 1967, under the name of PT Alcan Indonesia, as a join venture enterprise (PMA company) between Alcan Aluminium Holding Ld (Alcan) and the Municipal Government of Jakarta. In August 1988, Alcan sold all of its shares to the Municipal Government of Jakarta (DKI) and the company status was consequently changed to a Domestic Capital Investment Company (PMDN Company). The Company’s name was then changed to PT Alumindo Perkasa.

Selengkapnya di halaman ALKA

Tentang Trimitra Prawara Goldland Tbk.

PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 of Dede Munajat, S.H., on March 23, 2015 a Notary in Bogor. The Company started its commercial operations in 2015.

Selengkapnya di halaman ATAP