Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Alkindo Naratama Tbk (ALDO) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Alkindo Naratama Tbk
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Alkindo Naratama Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Alkindo Naratama Tbk diperdagangkan di Rp690 (kapitalisasi pasar 1,89 T, volume 24 jam 1,7 rb), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 660,96 M, volume 24 jam 52 rb). Perbedaan utamanya: Alkindo Naratama Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Sumi Indo Kabel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (52 rb vs 1,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ALDOIKBI
Kapitalisasi Pasar
1,89 T660,96 M
Volume
1,7 rb52 rb
Lot
17520
Perputaran
1,17 jt28,5 jt
Harga Rata-rata
688,24548,09
Nilai Transaksi
1,17 jt28,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
690555
Volume Ekuilibrium Indikatif
112

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ALDO
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Alkindo Naratama Tbk

PT Alkindo Naratama Tbk (the "Company") was established based on Notarial Deed No 74 of Kikit Warianti SH, dated January 31, 1989. The Company's Articles of Association have been amended several times. The latest amendment was based on Notarial Deed No. 5 of Nunuy Rahmayati SH dated March 15, 2011 pertaining of Authorized share and paid-up capital, issuance of new share to be offered to the public in the Initial Public Offering, and amendment of the Article of Association of the Company to become a public entity

Selengkapnya di halaman ALDO

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI