Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk diperdagangkan di Rp226 (kapitalisasi pasar 162,72 M, volume 24 jam 330,1 rb), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp3.810 (kapitalisasi pasar 37,16 T, volume 24 jam 1,05 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 228,4× kapitalisasi pasar Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk, dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,05 jt vs 330,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKSIBDMN
Kapitalisasi Pasar
162,72 M37,16 T
Volume
330,1 rb1,05 jt
Lot
3,3 rb10,52 rb
Perputaran
75,55 jt4,01 M
Harga Rata-rata
228,883.812,93
Nilai Transaksi
75,55 jt4,01 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2263.810
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,23 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKSI
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk

PT Majapahit Securities Tbk (the Company) formerly known as PT Asia Kapitalindo Securities Tbk was established by deed No notary. 43 Date February 12, 1990 and Deed No.. 59 Date of March 21, 1990 and the second was made by before Ny. Kristiana Maria Soeharyo, SH., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman AKSI

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN