Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk
Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk diperdagangkan di Rp226 (kapitalisasi pasar 162,72 M, volume 24 jam 330,1 rb), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp146 (kapitalisasi pasar 694,59 M, volume 24 jam 12,79 jt). Perbedaan utamanya: Berdikari Pondasi Perkasa Tbk jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (12,79 jt vs 330,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKSIBDKR
Kapitalisasi Pasar
162,72 M694,59 M
Volume
330,1 rb12,79 jt
Lot
3,3 rb127,87 rb
Perputaran
75,55 jt1,88 M
Harga Rata-rata
228,88146,84
Nilai Transaksi
75,55 jt1,88 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
226146
Volume Ekuilibrium Indikatif
1588

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKSI
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk

PT Majapahit Securities Tbk (the Company) formerly known as PT Asia Kapitalindo Securities Tbk was established by deed No notary. 43 Date February 12, 1990 and Deed No.. 59 Date of March 21, 1990 and the second was made by before Ny. Kristiana Maria Soeharyo, SH., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman AKSI

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR