Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja AKR Corporindo Tbk (AKRA) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

AKR Corporindo TbkTrading
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan AKR Corporindo Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: AKR Corporindo Tbk diperdagangkan di Rp1.395 (kapitalisasi pasar 28 T, volume 24 jam 6,52 jt), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp200 (kapitalisasi pasar 362,3 M, volume 24 jam 1,41 jt). Perbedaan utamanya: AKR Corporindo Tbk jauh lebih besar — sekitar 77,3× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan AKR Corporindo Tbk lebih aktif diperdagangkan (6,52 jt vs 1,41 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKRACSIS
Kapitalisasi Pasar
28 T362,3 M
Volume
6,52 jt1,41 jt
Lot
65,17 rb14,1 rb
Perputaran
9,1 M278,38 jt
Harga Rata-rata
1.396,86197,42
Nilai Transaksi
9,1 M278,38 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.395200
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,98 rb141

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKRA
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang AKR Corporindo Tbk

PT AKR Corporindo Tbk was established in Surabaya on November 28, 1977 based on the Notarial Deed No. 46 of Sastra Kosasih, S.H., which was amended by Notarial Deed No. 26 of the same notary dated April 12, 1978 . In 2004, the Company changed its name from PT Aneka Kimia Raya Tbk to PT AKR Corporindo Tbk. PT Aneka Kimia Raya is the largest chemical distributor in Indonesia. The Company is dominantly positioned within the industry, distributing more than 40 chemical products. The Company is foreign investment.

Selengkapnya di halaman AKRA

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS