Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) vs Bank Permata Tbk (BNLI)

Argha Karya Prima Industry TbkTrading
Bank Permata TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Argha Karya Prima Industry Tbk dan Bank Permata Tbk: Argha Karya Prima Industry Tbk diperdagangkan di Rp510 (kapitalisasi pasar 306,12 M, volume 24 jam 19 rb), sedangkan Bank Permata Tbk diperdagangkan di Rp2.150 (kapitalisasi pasar 77,37 T, volume 24 jam 9,4 rb). Perbedaan utamanya: Bank Permata Tbk jauh lebih besar — sekitar 252,7× kapitalisasi pasar Argha Karya Prima Industry Tbk, dan Argha Karya Prima Industry Tbk lebih aktif diperdagangkan (19 rb vs 9,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKPIBNLI
Kapitalisasi Pasar
306,12 M77,37 T
Volume
19 rb9,4 rb
Lot
19094
Perputaran
9,62 jt20,25 jt
Harga Rata-rata
506,322.153,83
Nilai Transaksi
9,62 jt20,25 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.180
Volume Ekuilibrium Indikatif
15

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKPI
Lihat detail
BNLI
Lihat detail

Tentang Argha Karya Prima Industry Tbk

PT Argha Karya Prima Industry was established within the framework of Law No. 6 of 1968 and Law No. 12 of 1970 regarding Domestic Capital Investment. The Company was established on March 7, 1980. The companys articles of association were amended several times, the lates on Dec 18 1996, when the companys name was changed to PT Argha Karya Prima Industry. The Company has manufacturing facilities located in Citeureup. Bogor and employed 1.186 people as Dec 31, 1999. The Company commercial operations commenced in 1982.

Selengkapnya di halaman AKPI

Tentang Bank Permata Tbk

PT Bank Permata Tbk (formerly PT Bank Bali) was established in Indonesia on December 17, 1954, under the name of Bank Persatuan Dagang Indonesia, the bank changed to its present name in 1971. Bank Bali is Indonesia`s eighth largest private national. The majority of its clients are medium sized institutions.

Selengkapnya di halaman BNLI