Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) vs Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA)

Argha Karya Prima Industry Tbk
Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Argha Karya Prima Industry Tbk dan Atlantis Subsea Indonesia Tbk.: Argha Karya Prima Industry Tbk diperdagangkan di Rp480 (kapitalisasi pasar 295,1 M, volume 24 jam 7 rb), sedangkan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 156,2 rb). Perbedaan utamanya: Argha Karya Prima Industry Tbk dan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (156,2 rb vs 7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKPIATLA
Kapitalisasi Pasar
295,1 M309,98 M
Volume
7 rb156,2 rb
Lot
701,56 rb
Perputaran
3,36 jt7,81 jt
Harga Rata-rata
480,0950
Nilai Transaksi
3,36 jt7,81 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
48450
Volume Ekuilibrium Indikatif
222

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKPI
Lihat detail
ATLA
Lihat detail

Tentang Argha Karya Prima Industry Tbk

PT Argha Karya Prima Industry was established within the framework of Law No. 6 of 1968 and Law No. 12 of 1970 regarding Domestic Capital Investment. The Company was established on March 7, 1980. The companys articles of association were amended several times, the lates on Dec 18 1996, when the companys name was changed to PT Argha Karya Prima Industry. The Company has manufacturing facilities located in Citeureup. Bogor and employed 1.186 people as Dec 31, 1999. The Company commercial operations commenced in 1982.

Selengkapnya di halaman AKPI

Tentang Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.

Selengkapnya di halaman ATLA