Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

FKS Food Sejahtera TbkTrading
Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan FKS Food Sejahtera Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: FKS Food Sejahtera Tbk diperdagangkan di Rp120 (kapitalisasi pasar 1,09 T, volume 24 jam 30,89 jt), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 760,74 M, volume 24 jam 13,33 jt). Perbedaan utamanya: FKS Food Sejahtera Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan FKS Food Sejahtera Tbk lebih aktif diperdagangkan (30,89 jt vs 13,33 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AISABDKR
Kapitalisasi Pasar
1,09 T760,74 M
Volume
30,89 jt13,33 jt
Lot
308,94 rb133,34 rb
Perputaran
3,74 M2,14 M
Harga Rata-rata
121,1160,45
Nilai Transaksi
3,74 M2,14 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
120163
Volume Ekuilibrium Indikatif
793110

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AISA
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang FKS Food Sejahtera Tbk

PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk formerly PT Asia Intiselera Tbk was established on January 26, 1990. PT. Asia Intiselera is a producer of Instant Noodles, this company was founded by Kang family under the name Pabrik Mie Asia which located in Jakarta. the company started its operations since 1953, and in 1974 the factory moved to Bogor. The articles of association have been amended several times, most recently on January 25, 1997, concerning the change of status and increase in authorized capital.

Selengkapnya di halaman AISA

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR