Perbedaan AIOZ Network dan Layer3: AIOZ Network diperdagangkan di Rp890,17 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp33,11M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,99M, volume 24 jam Rp13,43M). Perbedaan utamanya: AIOZ Network jauh lebih besar — sekitar 10,5× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,5B / 3,3B L3 (45%)), sedangkan AIOZ Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AIOZ Network selama 28 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| AIOZ | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp107,99M |
Volume (24h) | Rp33,11M | Rp13,43M |
Suplai yang Beredar | 1,3B AIOZ | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 28 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
AIOZ Network adalah platform berbasis blockchain yang mengubah distribusi konten melalui teknologi terdesentralisasi. Platform ini memanfaatkan jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) global untuk meningkatkan penyimpanan web3, komputasi AI, dan layanan streaming. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, AIOZ menawarkan biaya transaksi rendah dan interoperabilitas tinggi dengan Ethereum dan Cosmos, menjadikannya opsi serbaguna bagi pengembang dan pengguna.
Selengkapnya di halaman AIOZ →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →