Perbedaan OLAXBT dan SubQuery Network: OLAXBT diperdagangkan di Rp733,91 (kapitalisasi pasar Rp174,77M, volume 24 jam Rp51,21M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: OLAXBT jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai OLAXBT dibatasi (230,3M / 1B AIO (24%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OLAXBT selama 3 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| AIO | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp174,77M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp51,21M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 230,3M / 1B AIO (24%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 3 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
OLAXBT adalah platform trading AI terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna membuat dan menjalankan agen trading otomatis melalui infrastruktur modular tanpa coding. Didukung oleh AIO Nexus Data Layer dan Model Context Protocol (MCP), platform ini menyediakan akses data real-time dan eksekusi terstandarisasi. Token AIO digunakan untuk pembayaran, akses fitur, staking, dan tata kelola di masa depan.
Selengkapnya di halaman AIO →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →