Perbedaan OLAXBT dan Neon EVM: OLAXBT diperdagangkan di Rp730,17 (kapitalisasi pasar Rp167,81M, volume 24 jam Rp15,83M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp246,67 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M). Perbedaan utamanya: OLAXBT jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar OLAXBT 230,3M / 1B AIO (24%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OLAXBT selama 3 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| AIO | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp167,81M | Rp59,92M |
Volume (24h) | Rp15,83M | Rp2,27M |
Suplai yang Beredar | 230,3M / 1B AIO (24%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
OLAXBT adalah platform trading AI terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna membuat dan menjalankan agen trading otomatis melalui infrastruktur modular tanpa coding. Didukung oleh AIO Nexus Data Layer dan Model Context Protocol (MCP), platform ini menyediakan akses data real-time dan eksekusi terstandarisasi. Token AIO digunakan untuk pembayaran, akses fitur, staking, dan tata kelola di masa depan.
Selengkapnya di halaman AIO →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →