Perbedaan OLAXBT dan Hemi: OLAXBT diperdagangkan di Rp740,57 (kapitalisasi pasar Rp171,48M, volume 24 jam Rp51,41M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp88,09 (kapitalisasi pasar Rp86,23M, volume 24 jam Rp88,68M). Perbedaan utamanya: OLAXBT lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai OLAXBT dibatasi (230,3M / 1B AIO (24%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OLAXBT selama 3 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| AIO | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp171,48M | Rp86,23M |
Volume (24h) | Rp51,41M | Rp88,68M |
Suplai yang Beredar | 230,3M / 1B AIO (24%) | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 3 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
OLAXBT adalah platform trading AI terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna membuat dan menjalankan agen trading otomatis melalui infrastruktur modular tanpa coding. Didukung oleh AIO Nexus Data Layer dan Model Context Protocol (MCP), platform ini menyediakan akses data real-time dan eksekusi terstandarisasi. Token AIO digunakan untuk pembayaran, akses fitur, staking, dan tata kelola di masa depan.
Selengkapnya di halaman AIO →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →