Perbedaan OLAXBT dan Haedal Protocol: OLAXBT diperdagangkan di Rp733,22 (kapitalisasi pasar Rp167,2M, volume 24 jam Rp16,47M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,65 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: OLAXBT lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar OLAXBT 230,3M / 1B AIO (24%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OLAXBT selama 3 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| AIO | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp167,2M | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp16,47M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 230,3M / 1B AIO (24%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
OLAXBT adalah platform trading AI terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna membuat dan menjalankan agen trading otomatis melalui infrastruktur modular tanpa coding. Didukung oleh AIO Nexus Data Layer dan Model Context Protocol (MCP), platform ini menyediakan akses data real-time dan eksekusi terstandarisasi. Token AIO digunakan untuk pembayaran, akses fitur, staking, dan tata kelola di masa depan.
Selengkapnya di halaman AIO →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →