Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja OLAXBT (AIO) vs ApeX Protocol (APEX)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan OLAXBT dan ApeX Protocol: OLAXBT diperdagangkan di Rp724,6 (kapitalisasi pasar Rp166,99M, volume 24 jam Rp15,74M), sedangkan ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar OLAXBT, dan suplai beredar OLAXBT 230,3M / 1B AIO (24%) dibanding 146,2M / 500M APEX (30%) milik ApeX Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OLAXBT selama 3 Hari dan ApeX Protocol selama 20 Hari.

AIOAPEX
Kap. Pasar
Rp166,99MRp552,73M
Volume (24h)
Rp15,74MRp20,12M
Suplai yang Beredar
230,3M / 1B AIO (24%)146,2M / 500M APEX (30%)
Typical Hold Time
3 Hari20 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

AIO
11% Beli89% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 3 Hari
APEX
68% Beli32% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 20 Hari

Tentang OLAXBT

OLAXBT adalah platform trading AI terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna membuat dan menjalankan agen trading otomatis melalui infrastruktur modular tanpa coding. Didukung oleh AIO Nexus Data Layer dan Model Context Protocol (MCP), platform ini menyediakan akses data real-time dan eksekusi terstandarisasi. Token AIO digunakan untuk pembayaran, akses fitur, staking, dan tata kelola di masa depan.

Selengkapnya di halaman AIO

Tentang ApeX Protocol

ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.

Selengkapnya di halaman APEX