Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Wahana Pronatural Tbk. (WAPO)

Bank IBK Indonesia Tbk
Wahana Pronatural Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Wahana Pronatural Tbk.: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 2,61 jt), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp111 (kapitalisasi pasar 135,26 M, volume 24 jam 327,5 rb). Perbedaan utamanya: Bank IBK Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 21,4× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Bank IBK Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (2,61 jt vs 327,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSWAPO
Kapitalisasi Pasar
2,89 T135,26 M
Volume
2,61 jt327,5 rb
Lot
26,06 rb3,28 rb
Perputaran
154,84 jt36,25 jt
Harga Rata-rata
59,42110,69
Nilai Transaksi
154,84 jt36,25 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
60110
Volume Ekuilibrium Indikatif
20100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
WAPO
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Wahana Pronatural Tbk.

PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk

Selengkapnya di halaman WAPO